Text

How is it going, blog walkers? Maaf sejak awal tahun ini saya agak kesulitan menulis. Alasan pertama, karena pekerjaan sedang membutuhkan perhatian ekstra. Alasan kedua, bisa dilihat dari ransel punggung saya yang lagi bersih-bersihnya. Been taking a long break from wild life and traveling. Jadilah belum ada godaan inspiratif untuk ditulis. Oh well, sebenarnya itu semua efek domino akibat alasan pertama kan ya hehehe.

Lalu satu malam usai pulang lembur, saya berbisik lembut pada Sang Wahab. Jika diberi waktu luang, saya ingin sekali menyempatkan diri untuk berziarah. Melawat makam kakak kandung semata wayang yang pernah saya punya. Satu-satunya manusia yang lahir dari rahim yang sama dengan saya. Alphanindra Venaria.

Hanya berselang hari, doa tadi seolah dibukakan jalan sedikit demi sedikit. Saya berpeluang memaksimalkan satu hari libur. Spontan perjalanan singkat menuju Wonogiri segera diatur. Loh? Kok Wonogiri? Karena makam itu berada di pelosok perbukitan Wonogiri. Yang lebih gawat, sudah 12 tahun sejak terakhir kali saya ke sana. Selain memang bukan TPU (Tempat Pemakaman Umum), lokasinya membelah pedesaan, tanpa nomor administratif, tanpa RT/RW, dan tanpa satu pun nomor keluarga di sana yang bisa saya hubungi. Hmmm, putar otak, putar peta.

Kerumitan tersebut kian menemui titik terang. Satu-persatu dimudahkan. Datanglah bala bantuan dari Fajar NF. Sahabat petualang yang setia menemani dalam situasi sesenang bahkan senista apapun. Kemudian hadir seorang rekan kerja Lantai Delapan, Ardytama. Pria asal Solo ini mengutus teman kuliahnya, Pandu, yang benar-benar memandu pencarian kami. Menempuh jalur darat Solo-Wonogiri, bertanya pada penduduk lokal (tentu dengan bahasa Jawa ala kadarnya), melintasi Sungai Bengawan Solo, hingga mendaki bukit di titik akhir tempat peristirahatan saudara sedarah saya.

Tidak bisa dilukiskan dengan peri penyair manapun. Betapa kelima jemari kanan saya lemas, bergetar saat mengusap nisan bertulis nama hebat itu. Membacanya berkali-kali dengan linang air mata. Memastikan saya tidak salah, apalagi bermimpi. Ritual ziarah dimulai dengan membersihkan dedaunan gugur, membasuh dengan air, tabur bunga, dan membacakan Surat Yasin untuknya. Yang paling membuat saya bahagia, saya bisa membicarakan semua hal seakan dia mendengar jelas dan tertawa dari atas sana. Tentang cita. Tentang cinta. Tentang sederet andai dia masih bisa menantang hidup bersama adiknya.

Heran kenapa saya menceritakan ini semua? Saya hanya ingin bilang bahwa, sekali lagi, tidak ada doa yang tidak didengar Sang Empu Semesta. Semua dijawab dengan solusi adidaya. Membolak-balikkan skenario umatnya dengan jutaan cara. Terima kasih untuk semua yang terlibat didalamnya. Terima kasih sudah menepikan kerinduan adik bungsu bernama Andyna.

Andyna Sary

29 Mei 2014

Lokasi: Dusun Jati, Desa Bejiharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia

Foto: Fajar NF

Photo Set

Lupita Nyong’O

Gadis Kenya-Meksiko yang, menurut saya, telah mematahkan stereotipe perempuan. Mendefinisikan ulang arti cantik bagi aktris pendatang baru pada umumnya. Poin menarik pula, keberhasilannya menyelesaikan gelar master Yale School of Drama, telah melambungkan namanya sebagai Best Supporting Actress, Oscar 2014, lewat 12 Years A Slave.

Blondie? Blue eyes? Zero size? Pale skin? So over decade ago! Say hello to the new rocketeer of Lancome and Miu Miu. Selanjutnya, saya bertaruh Lupita akan menghiasi front row berbagai fashion week, mulai dari spring-summer hingga fall-winter. The new "It Girl" is inda house.

Andyna Sary

12 Mei 2014

(via updowngirl)

Source: nomenal
Video

Sounds From The Corner: Tulus

Kalau ada jenis suara di dunia yang bisa bikin perempuan jatuh cinta, maka Tulus adalah salah satunya. Saya ingat saat pertama kali mewawancarainya setahun silam untuk sebuah program remaja di Global TV. Solois kelahiran Bukt Tinggi ini bercerita bagaimana ia menanggalkan titel arsiteknya demi serius bernyanyi. Mungkin albumnya bukan tipikal yang akan digemari pendengar musik lokal kebanyakan. Tapi menurut saya, sungguh ia menghadirkan angin segar bagi barometer musik Indonesia.

Andyna Sary
11 Maret 2014

(via http://www.youtube.com/attribution_link?a=TI0pUO1GopI&u=/watch?v=KBVUYvFblu8&feature=share)

Source: youtube.com
Quote

"Aku tahu kamu lagi demam. Aku tahu kenapa berhari-hari kamu menghilang. Maunya sih temani ke klinik, buat semangkuk cream soup, atau minimal kompres sambil membacakan sajak favoritmu. Tapi kan mestinya sudah ada dia ya? Jadi aku kirim doa saja. Cepat. Sembuh. Kamu."

- Andyna Sary
Photo Set

Sepenggal Pekan Untuk Laila Ramadhan

Februari 2014

Lokasi: Grand Aston Beach Resort, Finn’s Beach Club, Bali, Indonesia

Foto: Forget Jakarta

Photo Set

TAHUKAH KAMU?

Sampah plastik bening yang dibuang ke laut berpotensi besar membunuh kawanan Penyu. Mengapa demikian? Karena dalam penglihatan mereka, sampah hanyut tersebut nampak seperti Ubur-ubur yang menggenang di air. Celakanya, Ubur-ubur adalah makanan kesukaan Penyu.

Jadi masih tega mengotori lautan?

Andyna Sary

14 Februari 2014

photosetos

Photo

cre•a•tive

/krēˈātiv/
adjective
adjective: creative
  1. Relating to or involving the imagination or original ideas, esp. in the production of an artistic work.
noun informal
noun: creative; plural noun: creatives
  1. A person who is creative, typically in a professional context.
Source: icanread
Video

GET LUCKY

My favorite combo performance on The 56th Annual Grammy Awards, January 24, 2014, at Staples Center, Los Angeles. Even Sir Paul McCartney and Ringo Starr enjoyed the groove. Daft Punk won four categories including Album of the Year for Random Access Memories and Record of the Year, with their sexiest producer Pharrell Williams, for “Get Lucky”.

Andyna Sary

January 2014

(via http://www.youtube.com/attribution_link?a=gTR8S_7G0J4&u=/watch?v=0T3CDNF3pDw&feature=share)

Source: youtube.com
Photo

Naik gunung itu keping meditasi. Menulis kirananya adalah candu berbagi.

-Andyna Sary

Photo Set

NEW YEAR 2014 - Bali Indonesia

Inez | Andhika | Sartika | Aiem | Ichan | Gayoe | Andyna

Photo
PICKING PETALS
You know it is no longer a classic-cutie French game when you have to do the Picking Petals for too many years. Just to find out the truth whether he loves you or he loves you not. These flowers might as well know better than us.
Yes you.
You could’ve do something way better.
Three words. Eight letters. And I’m yours.
Andyna Sary
January 16th, 2014

PICKING PETALS

You know it is no longer a classic-cutie French game when you have to do the Picking Petals for too many years. Just to find out the truth whether he loves you or he loves you not. These flowers might as well know better than us.

Yes you.

You could’ve do something way better.

Three words. Eight letters. And I’m yours.

Andyna Sary

January 16th, 2014

(via tingeofblack)

Source: diamants-bruts
Quote

"Naskah sutradara kita tahu di depan. Naskah Tuhan kita tahu di belakang."

- Sudjiwo Tedjo (via sartikaputri06)
Source: sartikaputri06
Photo
thank you 2013
been a meaningful year ♥

thank you 2013

been a meaningful year

(via theperksofbeing--inlove)

Source: alwaysinsearchoflight
Text

"Kamu pernah dengar tentang Suku Bajo, Andyna? Pelaut nomaden asal Filipina yang sudah tersebar banyak di Indonesia. Katanya sih, dalam bahasa mereka, Kakaban itu artinya memeluk.”

Monolog tersebut dipersembahkan oleh Danny Ramadhan, karib saya dari komunitas NEGERI (KITA) SENDIRI. Beliaulah yang berbaik hati mengantarkan saya pada sebuah keganjilan suaka bernama Danau Kakaban. Cerita singkat tadi menjadi intro penggoda tepat lima menit sebelum perahu kami mencapai dermaga. Apa kehebatan danau air asin ini? Mengapa pula terminologi 'memeluk' dipilih untuk penamaan? Deret tanya saya pun menemukan pelita jawabnya seiring penjelajahan.

image

Membedah jantung Danau Kakaban membuka kembali partisi otak saya tentang pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) semasa sekolah. Khususnya teori evolusi. Kini saya membuktikan langsung bahwa kepulauan kita pun mengalami evolusi ganjil. Siapa sangka proses geologis selama jutaan tahun justru menjadi jebakan unik. Air laut terperangkap, terisolasi, terkurung oleh pelukan pulaunya sendiri. Saya tak habis pikir menatap bentang laguna megah yang isinya air asin, bukan air tawar. Janggal namun mengesankan!

image

image

Mengamini rasa penasaran berikutnya. Konon, danau ini juga menyimpan ekosistem purba. Dengan gesit saya segera mengenakan masker selam, berenang menghampiri biota laut paling endemik yang pernah saya jumpai seumur hidup. Stingless Jellyfish namanya.

Stingless Jellyfish merupakan jenis ubur-ubur yang sudah kehilangan perisai pertahanan diri utama, yaitu sengat. Ukurannya bervariasi dari yang paling raksasa, sampai bayi ubur-ubur mungil yang begitu menggelitik kulit. Tekstur mereka lembut, kenyal, dan sangat menyenangkan untuk diajak bermain. Semakin semangat saya mengayuh tubuh ke bagian tengah danau, maka semakin tak terhitung pula jumlahnya. Saya menari berjam-jam bersama mereka tanpa satupun racun penyengat. Alam Indonesia memang gila!

image

image

image

image

Danau Kakaban dipayungi kerapatan hutan bakau. Diselimuti semburat telaga hijau-kebiruan. Dianugerahi kejernihan sebenar-benarnya. Disempurnakan keheningan segala sudut yang seolah menghayati kecupan semilir angin sendalu. Tak heran jika UNESCO mencatatnya sebagai situs warisan dunia. Saya juga menyampaikan tabik hormat atas dukungan masyarakat Derawan yang gigih menjaga kelestarian objek wisatanya.

Oh, satu lagi Kawan, hanya ada dua negara di dunia yang memiliki danau air asin berspesies Stingless Jellyfish. Republik Palau dan Indonesia. Betapa saya jatuh cinta berkali-kali dengan negeri kita. Sebuah evolusi telah menjelma menjadi surga.

DOs: aquapack | underwater gear | berenang berjemur

DON’Ts: memakai fin (kaki katak) | mengoleskan sunblock ke tubuh | mengangkat atau memindahkan ubur-ubur dan biota lainnya ke luar dari air

Andyna Sary

17 Desember 2013

Lokasi: Kakaban, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Indonesia

Foto: FORGET JAKARTA

Photo
cause we’re too young
to talk bout forever

cause we’re too young

to talk bout forever